Dua Bulan Terpanjang


Dua bulan ini, adalah masa terpanjang dalam sejarah hidupku, duduk bersama ibu. Sejak otakku bisa mengingat kejadian yang sudah lewat, tidak pernah lebih dari satu pekan aku bersama ibu. Sisanya, akan ia habiskan di negeri orang, bekerja untuk menghidupi dan menyekolahkan aku dan kakakku.

Kalau tidak begitu, gimana ibu bisa menyekolahkan kalian, ucap Ibu berulang kali setiap aku keluhkan rasa iriku melihat teman-teman yang bisa bergandengan tangan dengan orangtuanya kapanpun mereka mau. Tidak seperti Continue reading

Pelayan


Apa yang terlintas di benak kamu ketika orang menyebut kata ‘pelayan’? Sederhananya, menurut aku, adalah orang yang memberi pelayanan. Namun di negeri ini, kata ‘pelayan’ masih sering diidentikkan dengan pekerjaan rendah. Padahal, semua pekerjaan, intinya adalah pelayanan. Kita semua adalah pelayan, bahkan presiden sekalipun adalah pelayan rakyatnya.images

Kembali ke soal pelayan, aku beberapa kali kecewa dengan pelayanan seorang pelayan toko. Pernah sekali, aku ingin membeli pembersih wajah. Aku bertanya kepada pelayan toko, dia menyediakan merk apa saja. Dia menyebutkan beberapa merk lantas menyarankan aku memilih merk A, sebut saja begitu. Aku menolak, karena aku sudah pernah menggunakannya dan merasa tidak cocok. Pelayannya bukan menyarankan merk lain, melainkan ‘memaksa’ aku agar tetap membeli merk tersebut. “Mbak, aku sudah pernah pakai. Ndak cocok,” begitu kata aku. Tapi pelayannya masih ngeyel, bilang kalau merk tersebut pasti cocok untuk jenis kulit aku. Aku masih menahan diri dengan meminta merk lain, tapi dasar ngeyel, ni pelayan masih ngotot nyuruh aku pilih merk tadi. Kesal, aku jawab saja, “ya udah Mbak, aku ndak jadi beli,” kata aku jengkel dan langsung pergi. Continue reading

Benarkah Sebodoh Itu…


Yuk, lanjut kuliah….

Meski saya tidak banyak membicarakannya lagi, tapi keinginan untuk melanjutkan pendidikan itu masih terus ada. Masih saya simpan untuk suatu hari saya wujudkan. Barangkali, semua keterbatasan saat ini membuat saya seperti tidak lagi antusias. Tapi sungguh salam hati saya tekad itu masih kuat. Saya sangat yakin suatu saat saya diberi jalan. -

Tak hanya masalah gengsi atau sekadar latah-latahan, karena teman sekolah dulu sudah pada S2 atau S3, tapi saya ingin membuktikan satu hal. Yang, mungkin menurut sebagian orang, tidaklah penting. Saya tidak yakin saya sebodoh itu. Ya, saya bukanlah alumnus universitas dengan nilai sangat memuaskan. Tapi saya yakin, harausnya saya bisa.  Continue reading

Hari Guru Vs Demo UMK


Sempat tergelak mendengar seorang teman guru membacakan SMS dari anak gadisnya; “Wah, hebat ya hari guru tahun ini, semua guru disuruh berpakaian cantik, bebas dari seragam”. Si anak gadis ternyata tidak tahu, perintah untuk mengenakan pakaian bebas itu berlaku tidak hanya bagi guru, tapi bagi semua PNS di Kota Batam. Pasalnya, Tanggal 23-25 November lalu, serikat buruh menggelar aksi. Biasalah, setiap penghujung tahun, persoalan UMK selalu menjadi perdebatan dan tuntutan pekerja. Continue reading

Janji untuk Tidak Janji Lagi


Mulai hari ini aku akan kembali rajin menulis…

Mulai hari ini aku akan rajin membaca

Mulai hari ini aku akan jadi orang yang rajin

Mulai hari ini aku akan ini

Mulai hari ini aku akan itu

Dan mulai sedetik dari hari ini, semua tinggal ucapan

Begitulah kalau berjanji kalau tak ada penalti

jangankan menulis, membaca pun sekarang aku jarang. Dan seperti kebanyakan para Pelanggar Janji lainnya, aku pun mengarang alasan yang pastinya untuk membenarkan pelanggaran janji yang aku buat.Maklum saja, Kata Mas WIki, janji adalah kontrak psikologis, dan apa pun yang berkaitan dengan psikologis, bagiku tidak pernah nyata.

Begini, di suatu hari, aku pernah menonton film tentang seorang yang disarankan rekannya untuk menemui psikolog. Karena psikolognya berhalangan hadir, ia meminta sekretarisnya (yang berlatar belakang staf administrasi), untuk menggantikannya. “Kamu cukup mengatakan “lalu” “lantas”, “terus” dan “bagaimana perasaanmu?”

Maka dengan bekal beberapa potong kata itu, sang sekretaris bisa menangani si klien. Malangnya, si klien tidak tahu bahwa yang diajaknya bicara (lebih tepatnya, yang mendengarkan ia nyerocos) bukanlah seorang psikolog.

So, yang dibutuhkan bukan seorang penasehat, tapi pendengar…

Halah…ngelantur kemana-mana. Apa coba hubungannya dengan janji tadi. Ayolah kita balik lagi ke soal janji tadi. Bagi teman2 yang suka berjanji dan melanggarnya, tentunya pernah mendeklarasikan alasan berikut:

Tak punya waktu…

Sibuk mengurus anak..

Sibuk dengan kerjaan baru..

Lupa..(parah nih)

Halah…macam semua pekerjaan di Indonesia ini aku yang borong.

Sebetulnya menulis kali ini pun paksaan kepada diri sendiri untuk membuka lagi jalan supaya mau menulis lagi. Sedikit mencoba menepati janji hampir setahun lalu..hehe… Marilah kita Berjanji untuk tidak berjanji lagi

Minta Maaf Sajalah…


Hari ini, aku melihat Seorang Guru SD ribut dengan Petugas Polantas. Pasalnya, Petugas Polantas menegur si Guru yang mengendarai motor tanpa helm. Seperti yang sering aku lihat (ini terjadi di depan sekolahku), petugas menegur cukup denga satu kalimat: “Mana helmnya?” Dan biasanya, kalau si pengendara motor menjawab dengan meminta maaf karena buru-buru dan berjanji segera mengambil helm, petugas tidak melakukan tindakan apa-apa. Tapi lain cerita dengan guru kita yang satu ini (eh, dia berboncengan, tapi temannya hanya menjadi pelengkap yyang ikut menderita saja). Ditegur petugas, eh, malah ngeyel. “Saya ini guru”, katanya yang menuurutku sangat lantam dan tak nyambung. Emang kenapa kalau guru? “Saya tanya helm Bapak mana? Bikan nanya kerjaan Bapak?” Nah lho.. Namun Cik Gu kita ini tidak terima, malah melawan. Petugas pun menyuruhnya memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan. Sang guru (bukan sang guru-nya Kahlil Gibran) lalu sibuk menelepon. Aku dan teman-teman menyaksikan kejadian ini secara live, menyesalkan tindakan si guru. Jelas-jelas dia yang salah kok masih sok-sokan. “Sudah Pak, minta maaf saja” Kode seorang temanku kepada Guru ini. Tetap dia tidak paham. Petugas yang biasanya ramah ini, sampai marah-marah karena si guru tetap tal terima disuruh berhenti. Dan jelas sekali si guru pun tidak mau mengambil helm ke rumah. Alhasil, ngotot-ngototan itu membuat si guru terlambat. Tapi dia tetap sibuk menelepon. (barangkali mengupayakan bantuan). Petugas pun gantian menelepon seseorang. Tak lama, datang petugas lain, membawa buku tilang. Tu kan, ngeyel sih… Coba tadi minta maaf, mengaku salah dan janji mengaambil helm, kan tidak begini kejadiannya. Cik Gu…Cik Gu… Gimana mau dicontoh, kalau Cik Gu saja begitu…

RSJ Ala Pesantren


Takut dengan orang gila? Saya takut. Sangat takut, karena jelas apa pun yang dilakukannya tidak bisa diprediksi. Saya sendiri pernah sport jantung karena satu kamar dengan orang stress di sebuah RS. Batam, tempat saya sekarang menetap, rumah sakit khusus ini belum ada. Setahu saya, sampai tahun kemarin bahkan belum masuk perencanaan pemerintah. Entahlah kalau sekarang sudah diancang-ancang.  Continue reading

Pekerjaan Aneh


Jaman masih sekolah dulu, suka ditanyain sama tetangga (bukan ortu :() nanti kalau besar mau jadi apa? Jawabanku standar aja, jadi dokter (tanpa tahu mahalnya kuliah kedokteran hihi), atau jadi notariat (pas SMP baru ngeh kalau notariat ntu S2, garuk2 kepala deh), dsb..dsb..

Sama sekali nggak kepikiran di kepala ini kalau masih banyak jenis pekerjaan atau profesi lain. Pas mulai bisa buka2 internet dan TV udah nyambung siaran luar negeri, baru tau kalau banyak sekali profesi dan pekerjaan di dunia ini, cuma nggak kebayang aja selama ini. Entah karena ni pikiran emang nggak kreatif atau emang oon hehehe…

Nih misalnya, kalau temen2  pada nyimak salah tulisan di Yahoo !, pasti ngebaca tulisan yg memuat 10 pekerjaan teraneh di dunia. Giman nggak aneh, salah satu pekerjaan itu adalah menjadi penguji bau. Wow… bicara soal bau, kalau bau enak sih nggak masalah, lha ini, menguji bau ketek peserta eksperimen produk deodoran…hueks…

Trus ada juga penguji makanan hewan, weleh…weleh.. jadi udah tau dong, kerjaannya ya nyicipin makanan hewan, misalnya, apakah sereal untuk kucing cukup mengandung bau ikan mentah.. atau bisa jadi kan… mencoba seberapa kenyal cacing kering kalau sudah terendam air hihihi…

Kayaknya nggak asik kalau aku ceritain secara lengkap, padahal yang pada buka Yahoo ! pasti udah baca.. tapi buat yang belum baca..ni dia link-nya http://id.yseablog.com/2010/06/pekerjaan-teraneh-dunia/?cid=idtd