
Jendelaku
Suatu tengah malam. Sabtu Legi 21 November 1981, hari dan bulan yang sama dengan kelahiran sastrawan Sutardji Calzoum Bachri. seorang ibu yang merintih kesakitan, dibopong ke RS terdekat. Karena hujan angin, penerangan dari PLN pun padam. Terpaksalah perjalanan menuju RS ditempuh melewati area pemakaman umum. Hujan angin mengayun-ayunkan pintu salah satu pusara. Mengeluarkan bunyi berderik derik…
Suami si Ibu pun ketakutan dan sontak berlari. Akhirnya, sampai juga di RS Daerah, semua, ibu si ibu, abang, dan suaminya yang mengantarkannya, basah kuyup.
Namun bukan ini yang membuat si Ibu meringis, dingin tak ada bandingnya dengan rasa sakit yang menerjang dari perutnya. Sembilan bulan sudah, si Ibu ini mengandung anak kedua. Anak yang diharapkan akan memberi kebahagiaan kelak.
Tak lama lagi, fajar menjelang, pukul 04.30 WIB, menjeritlah tangisan dari seorang bayi perempuan sehat. Tadinya, bayi ini akan diberi nama Siti Manis, sama dengan nama yang tertera di nisan yang pintu pagarnya terbuka saat dilewati.
Namun menurut keyakinan sang suami, alasan pemberian nama seperti itu tidak bagus. Maklum, keyakinan si suami yang seorang Jawa memang kadang tak diterima akal sehat si Ibu yang kebetulan lahir dari pasangan Melayu Medan-Padang.
Cerita ini kerap kudengar, dan beberapa tahun usai kelahiran si anak, ia pun baru mengerti. si Ibu berjuang keras melahirkannya untuk membalas jasanya. Anak itu kemudian diberi nama Weny Ariati. (Lho…kok sma dengan nama aku?) Ya iyalah, emang si ibu ini ibu aku, dan si suami adalah ayahku yang (dulu) kupanggil abah…Garing-garing…………………..


wenny sekarang jadi pujangga kata tho…wah tulisannya bagus bagus!sukses ya jeng…
Trengkyu ya….Ri
Masih harus lebih sering nulis aku karena dibilang bagus..:-)
wen, pelajarilah masa lalu untuk mengerti kehidupanmu saat ini.
Tua itu pasti, namun jadi dewasa itu pilihan. kuncinya gampang kok, bagaimana kita bisa mengerti orang lain.
met dewasa ya wen…
Ya iya lah masih inget, weny kan. itu lho yang pake kaca mata gitu lhox…hehehe. sekarang aku jadi pak guru matematika sma yang gagah dan perkasa hehehe…wah kalo masalah merrid mah udah wen, udah niat maksudnya hehehe…dirimu pa kabar?
Padang Panjang memang sering hujan cuacanya..
Kata orang Wen, anak yang lahir dari orangtua yang berbeda suku biasanya cerdas..,(hm..i think its true) Oh iya Wen,lahirnya di RS mana? Di Yarsi ato RS umum? Di lanjutin ya ceritanya, seperti kegiatan permainan waktu kecil masa kanak2 dulu..Masih di Cuba kan??