h1

Andai Waktu itu ada RSJ

May 7, 2009

Harapanku andai Batam punya RSJ bkn lantaran side effect kalah dalam pemilu, tapi pengalamanku yg terpaksa sekamar sm org depresi kelas V…

Kejadiannya udah akhir bln lalu, tp msh nyisain perasaan gmn…gitu. Ceritanya, aku sempat numpang tidur bbrp hari di RS. Hari pertama, di kamar bertempat tidur dua itu hanya ada aku. Besoknya, perawat mengabarkan bakal ada ‘teman’ di sebelahku. sekitar pukul 11 siang, masuklah ’si teman’ ini. Banyak keluarga yg mengantar dan ngobrol2 dg hebohnya. Aku memang tak lihat krn tirai pembatas kami telah ditarik oleh perawat.

images2Aku coba maklum suasana berisik di sebelah. Sampai sore, maklumku mulai berkurang, saudara tetanggaku ini msh betah tak pulang. Magrib, aku menarik napas lega, mrk pamitan. Tinggal dua org saja yg jaga tetanggaku ini. Kupikir aku sdh bisa istirahat, ternyata makin parah. Sejak kedatangan tetangga siang hari sampai pagi jam 2, tak sedetik pun aku bisa tenang. Gimana mau tenang kalau bertetangga dg org depresi yg lg berulah. Sampai dini hari itu, aku yg harus menanggung rasa sakit di semua badan termasuk kepala, msh harus menahan emosi. sementara di sebelah, tetanggaku, si ibu muda yg ditemani suami gaeknya, merapal ayat2 Alquran serampangan. Seperti org kerasukan, perempuan tetanggaku ini menyebut kamar kami sbg istana setan. rasanya aku tak tahan, apalagi aku tau tetanggaku ini mengompol di kasur dan menyalahkan perawat jaga. sambil dia marah2, aku ketakutan tiang infusnya yg tak dia pakai bakal menimpa kepalaku..ku pencet bel minta pindah kamar, perawat jaga malah memberi jawaban yg sangat mengecewakanku. Aku diminta bersabar sampe penanggungjawab paviliun datang pukul 10 pagi besoknya. “Maklumin saja Mbak, org depresi,” kata perawat itu, membuatku ingin melempar bantal ke wajahnya.

Perawat berbadan kurus ini hanya tersenyum saat aku mencecar bahwa aku ke sini untuk sembuh,utk dpt penanganan yg baik, utk bisa istirahat n tdk harus memikirkan urusan lain, bukan utk nambah penyakit dan malah stres dan ketakutan sekamar dg org yg suka membanting apa saja.

Jam 2 pagi itu, krn aku tak henti2nya memencet bel akibat ulah tetangga sebelah, perawat memberinya suntikan penenang. akhirnya, syukurku…kebayang kan, lg sakit, tak bs istirahat, di sblh ada orgil, aku sendiri pula, tak ada yg nemenin.

Kuredakan ketegangan sarafku perlahan, tp baru mata ini mau terpejam, kembali suara gaduh di sebelah. Tiraiku terbuka sedikit di ujung sana, aku jd bisa melihat bbrp kegiatan ‘temanku’ ini. God, dia mandi, jam 3 pagi dg masih berpakaian lengkap. Oya, si suami, terhadap semua ulah istrinya, cuma blg, “udah Ma, jangan gitu”…. :-(

Tahu hbs mandi dia ngapain? Dg pakain basah kuyup, dia salat 3 rakaat. Entah maksudnya witir entah magrib…lalu berdoa memohon Tuhan menghukum semua org yg berbuat salah kpdnya. Sampai pukul 5, itulah yg harus aku hadapi.

Barangkali lelah, dia pun jatuh tertidur dg pakan basahnya pukul 6 pagi, kali ini dia tdk terbangun sampai pukul 8. Dua jam itu aku gunakan utk mandi, salat, dan meredakan ketakutanku. Aku pun lelah n ingin tdr. Dasar org depresi, percuma mau komplain. Krn baru mau tertidur, lagi2 dia bangun n gaduh tiba2. Suaminya yg jg begadang semalaman memnta dia tenang krn mau tidur. Tak mempan tentu.

Sampai akhirnya aku tak dpt lagi menahan emosiku. tak peduli sopan santun bicara kpd yg lbh tua, aku berusaha keras berteriak kpdnya. “pak, tolonglah, aku mau istirahat. Bapak cari saja kamar buat 1 org,” kataku.

Si bapak ndableg! Dia malah minta maaf, bilang ‘ya’ tp terus minta aku maklum. Kesabaranku tak bisa kutambah lagi. “Tolong maklumin saya juga. Saya rasa bapak salah bawa istri bapak ke sni,” kataku lagi.

Aku blg gt krn si istri sejak dirawat, tdk mau diinfus, dsuntik, atau minum obat. Jd buat apa dia di sini?

tak sampai semenit setelah aku bcara bgitu, si istri tiba2 berseru marah. Dia menyumpah2 n blg aku gila, kerasukan setan, n segala macam. “Kau yg gila” balsku jelas tak berguna…ljawabanku membuatnya naik pitam dan membanting daun pintu lemari. Ulahnya ini terdengar perawat jaga yg langsung menghbungi penanggungjawab paviliun, aku pun akhirnya di pindah ke kamar sebelah.
Satu jam aku di kamar baru dg tetangga ibu2 yg ramah, kudengar dr cleaning service, dia diminta pulang oleh RS….lega rasanya….

Leave a Comment