Cukup lama aku tidak mengunjungi blog ini. Banyak yang rasanya ingin ditulis, tapi tak sempat. Bukan sok sibuk, cuma watu luangnya tidak sama dengan mood menulis. Penulis Muhammad Faudzil Adzim pernah bilang, kalau tidak sedang menulis, maka membacalah. Itulah yang belakang aku kerjakan. Dalam sepekan, aku menamatkan dua judul buku. Satu jenis novel suspense satu lagi Quantum Iklhlas (tak sadar aku dapati diriku baca buku psikologi modern lagi?) Read the rest of this entry ?
Archive for November, 2008

Kamis Pagi
November 8, 2008Dewasa adalah pilihan..Kata-kata itu belakangan menjadi penguat kaki ini berdiri. Ketika satu tujuan mengharuskan langkah ini tersandung, kepala ini terbentur. Kerikil kecil justeru terasa sangat menjengkelkan. Membuang-buang waktu saja.
Setelah serentetan kerikil yang membuang waktu dan menambah satu kerutan di wajah terlupakan sesaat, tiba-tiba satu episode cerita datang. Pagi itu, sebuah nomor tidak dikenal menelepon ke ponselku.
Setengah enggan aku angkat, aku masih sedang bekerja. “Ry, bisa datang ke Polsek Batam Kota? B***** dan Si om ditahan. Gara-gara motor yang dititipkan itu. Kami dituduh menadah barang curian,” ujar suara yang sudah sangat akrab di telingaku.

Coklat Panasku Bermerk Tajin
November 8, 2008Langit mendung. Angin mulai bertiup kencang. Di Padang Panjang ini, cuaca seperti mendung biasa terjadi. Setiap sore, bisa dipastikan hujan. Menjadi kebiasaan kami kalau janjian ketemu atau bepergian, sangat jarang di sore hari. Aku pulang sekolah. Mengayun langkah cepat-cepat menuju rumah yang jaraknya tak sampai 200 meter. Aku setengah berlari. Takut hujan. Karena walau dilahirkan di kota dengan curah hujan tinggi, aku tak tahan dingin. Aku biduran. Kalau sudah kumat, nenek akan mengambilkan tanggok burok, tangguk ikan yang sudah jelek untuk menggaruk badanku yang mulai bentol-bentol. Sesudahnya, akau akan disuruh mengenakan kaos kaki dan baju hangat. Read the rest of this entry ?


