Archive for August, 2008

h1

Tiban Bukit Kurang Asri

August 29, 2008

SMS masuk ke ponselku Jumat (29/8) siang. Bunyinya begini: “KTP sudah jadi. Tapi begitu di pres, baru sadar alamatnya salah. Dasar nasib, sudah lama nunggu tiga bulan, salah pula. Di tulis Tiban Bukit kurang Asri”.

Aku tak serta-merta  membalas SMS itu. Aku terbahak-bahak, sampai berlinang air mata.  Pikirku, iseng sekali petugas entri data KTP. Masa’ nama tempat ditulis begitu. Memangnya dia baru di Batam?  Memang sih, perumahan yang ditempati temanku yang mengirim SMS ini , yaitu Tiban Bukit Asri, sama sekali tidak asri. Tak ada taman-taman hijau yang biasanya menyimbolkan keasrian. Tapi jangan ditulis Tiban Bukit Kurang Asri dong..ujarku bicara pada diri sendiri. Read the rest of this entry ?

h1

Di Satu Jumat Siang

August 23, 2008

Jumat siang jam 12 tepat, seorang bertanya padaku yang baru saja sampai di kantor. “Maaf Mbak, kok sepi ya? Saya mau ngasi info berita,” ujar lelaki yang sekilas rasanya pernah kulihat di Gedung DPRD Kota Batam.

Aku pun menanyakan keperluannya. “Saya mau ngasi info. Ada kerancuan dalam pendataan pemilih sementara,” katanya. Read the rest of this entry ?

h1

Surat untuk Ketua Dewan

August 20, 2008

Hari ini, aku melihat seorang perempuan berdiri di depan meja penerimaan tamu DPRD Kota Batam. Semula, aku tak memperhatikan perempuan ini. Namun suaranya yang melengking, mengusik juga pendengaranku. “Siapa itu Pak?” tanyaku dengan isyarat kepada petugas diseberang meja. Read the rest of this entry ?

h1

Kangkung oh Kangkung

August 19, 2008

Cerita ini aku tulis sudah agak lama juga. Sebelumnya sudah dimasukkan ke blog satunya, tapi aku putuskan untuk dimuat lagi di blog ini..Itung-itung nambah bahan he..he..

Hari ini aku masih menganggur. Padahal sebelumnya, aku membawa cita-cita luhur dari kampung di Padang Panjang dan melanjutkan ke UGM Yogya, akhirnya terdampar juga di Batam. Berpuluh lamaran kukirimkan, tak kunjung menghasilkan panggilan. Aku bertiga di rumah, kakak, ponakan, dan aku sendiri. Hari itu, perut kami keroncongan. Nasi sudah masak, tapi tak ada lauk. Read the rest of this entry ?

h1

Ada Pembodohan dalam Kajian Tarif Listrik

August 19, 2008

Kamis (21/8) besok, DPRD Kota Batam kembali menggelar rapat pimpinan gabungan (rapimgab) membahas rekomendasi kenaikan tarif listrik PT PLN Batam. Rapimgab yang sudah dijadwalkan Panmus ini, diyakini akan memberi keputusan rekomendasi kenaikan tarif listrik. Read the rest of this entry ?

h1

Lima Tahun Bumi Perkemahan Raja Ali Kelana

August 18, 2008

Tak dapat Dukungan, Dilirik Pramuka Singapura

Meski sudah beberapa kali menampung kegiatan kepramukaan mancanegara, namun keberadaan Bumi Perkemahan (buper) Raja Ali Kelana, Kabil masih sangat terbatas. Rencana pembangunan buper ini pun belum setengahnya terealisasi.

Dari jalan raya menuju Pelabuhan Punggur, gerbang masuk menuju buper ini terlihat. Namun untuk mencapai lapangan upacara dan area perkemahan, pengunjung masih harus menempuh perjalanan tertutup bouksit sejauh kurang lebih 4 kilometer lagi. Sisi kiri dan kanan jalan ini merupakan hutan diselingi semak perdu. Read the rest of this entry ?

h1

Ketika Suku Laut Tak Lagi Hidup di Laut-2

August 18, 2008

Dulu Suka Berjoget Dangkung, Setelah Dolar Masuk Kantong

Menjalani kehidupan tak lagi di atas laut, membuat warga Suku Laut Setengar, Tanjungpiayu harus pandai beradaptasi. Banyak pengalaman baru yang harus mereka timba dan banyak kebiasaan lama yang harus ditinggalkan. Seperti apa ceritanya?

Kampung Setengar, Kelurahan Tanjungpiayu dan Tiawangkang – tempat sebagian besar kenalan dan kerabat Suku Laut Setengar menetap – menurut SK Walikota Nomor 105 Tahun 2004 termasuk kampung tua, yaitu kampung yang masih banyak dihuni penduduk asli dan kehidupan warganya cenderung termarjinalkan. Tapi, setelah revisi Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kota Batam untuk kurun 2008-2028 yang dalam waktu dekat akan disahkan, kedua wilayah ini masih harus diukur ulang. Read the rest of this entry ?

h1

Ketika Suku Laut Tak Lagi Melaut-1

August 18, 2008


Bikin Arang, Ketika Ikan Kian Sulit Didapat

Ketika Suku Laut atau Orang Selat mulai menetap dan tak lagi menjalani kehidupan di atas laut, banyak hal, banyak kebiasaan harus diubah. Salah satu yang masih sulit adalah mencari penghasilan di luar mata pencaharian utama nelayan, sekadar untuk kebutuhan makan.

Dari atas bukit sekitar 200 meter di atas permukaan laut, rumah-rumah kayu beratap ilalang mulai terlihat. Tak banyak. Hanya ada enam rumah. Read the rest of this entry ?

h1

Jauhnya Maluku Berpromosi

August 14, 2008

Maluku Memulihkan Kepariwisataan Pasca Kerusuhan
Gandeng SPC Hingga ke Mancanegara

Sejak kerusuhan tahun 1999, kepariwisataan Provinsi Maluku, lumpuh. Kunjungan wisata yang tadinya mencapai 14 ribu wisman per tahun, menurun drastis menjadi 650 wisman saja. Kini, Maluku berbenah, memulihkan gelar ‘pulau rempah-rempah’ dan berupaya menjual lagi kepariwisataannya.

Read the rest of this entry ?