h1

A Thousand Splendid Suns

July 30, 2008

Alasan aku membeli buku ini sebab sebelumnya sudah membaca tulisan pertama dai sang penulis, The Kite Runner. Sejauh ini, aku menilai The Kite Runner lah novel dengan bahasa yang memukau dan deskripsi kuat. Di buku kedua, A Thousand Splendid Suns, gaya bertutur Khaled masih sama, masih sangat menarik, tapi tetep…buku pertama lebih bagus he he

Judul Buku : A Thousand Splendid Suns
Penulis : Khaled Hosseini
Penerbit : Qanita
Jenis : Novel

Resensi
Mengambil latar belakang Afghanistan tahun 70-an dengan latar belakang perang di masa pemerintahan Presiden Doud Khan. Latar belakang keporak porandaan ngeri inilah kisah Mariam trejalin. Seorang gadis harami, terlahir dari hubungan tanpa pernikahan sah yang lalu diasingkan bersama nana, ibunya ke sebuah qolba, rumah kecil di dataran tinggi.

Menginjak remaja, Mariam turun dari qolba mencari ayah biologis yang sesekali masih mengunjunginya dan nana. Pencarian Mariam inilah yang mengakibatkan nana bunuh diri dan menjadi awal dari kesengsaraan hidup yang semula diharapkan sbegai cahaya terang dalam hidup Mariam.Di usia 15 tahun, Mariam dijodohkan dengan Rasheed, lelaki yang lebih pantas menjadi ayah baginya. Bencana hidup rumah tangga bermula ketika Mariam tak bisa memiliki keturuan. Bertahun-tahun hidup dalam penyiksaan suaminya, Mariam masih harus dihadapkan dengan kenyataan pahit lainnya, ia dimadu.

Rasheed yang saat itu sudah berusia 60 tahun, menikah dengan seorang perempuan hampir empat kali lebih muda darinya.

Laila, demikian nama perempuan yang lans-gsung menjadi pusat perhatian suaminya. Selalu dibanggakan karena cantik, muda, dan bisa membeeri keturunan. Namun saat kelahiran anaknya yang ternyata seorang perempuan, tabiat buruk Rasheed kumat. Sedikit kenikmatan baru dapat dirasakan saat Laila melahirkan anak kedua Zalmai. Seorang anak laki-laki.

MEndapat anak laki-laki, Rasheed seolah tak menghiraukan Laila dan Mariam Berbagai upaya setelah menabung, ditipu, tertangkap petugas saat hendak melarikan diri hingga kembali menjadi amukan emosi Rasheed, memenuhi kehidupan keduanya serta Aziza, anak perempuan pertama Laila, yang ternyata adalah harami Laila bersama kekasihnya yangtelah pergi, Tariq.

Semua kekacauan ini membuat Mariam dan Laila akur dan bersekutu melawan Rasheed dan pada suatu hari, Mariam harus memukul Rasheed hingga tewas dan menanggung sendiri hukuman mati. Demi Laila, Aziza, dan Zalmai, Mariam mempertaruhkan hidupnya.

Laila, masih beruntung, di ujung keputusasaannya, ia menemukan kekasihnya Tariq masih hidup. Meraka pun akhirnya menikah dan hidup sederhana di desa kelahiran Mariam. Sebagai bentuk penghargaan dan terimakasihnya kepada wanita luar biasa sabar dan ikhlas yang juga istri dari suaminya.

Leave a Comment