Dua Bulan Terpanjang

Dua bulan ini, adalah masa terpanjang dalam sejarah hidupku, duduk bersama ibu. Sejak otakku bisa mengingat kejadian yang sudah lewat, tidak pernah lebih dari satu pekan aku bersama ibu. Sisanya, akan ia habiskan di negeri orang, bekerja untuk menghidupi dan menyekolahkan aku dan kakakku.

Kalau tidak begitu, gimana ibu bisa menyekolahkan kalian, ucap Ibu berulang kali setiap aku keluhkan rasa iriku melihat teman-teman yang bisa bergandengan tangan dengan orangtuanya kapanpun mereka mau. Tidak seperti Continue reading

Andai Waktu itu ada RSJ

Harapanku andai Batam punya RSJ bkn lantaran side effect kalah dalam pemilu, tapi pengalamanku yg terpaksa sekamar sm org depresi kelas V…

Kejadiannya udah akhir bln lalu, tp msh nyisain perasaan gmn…gitu. Ceritanya, aku sempat numpang tidur bbrp hari di RS. Hari pertama, di kamar bertempat tidur dua itu hanya ada aku. Besoknya, perawat mengabarkan bakal ada ‘teman’ di sebelahku. sekitar pukul 11 siang, masuklah ‘si teman’ ini. Banyak keluarga yg mengantar dan ngobrol2 dg hebohnya. Aku memang tak lihat krn tirai pembatas kami telah ditarik oleh perawat.
Continue reading

ada yang menggelitik

wajahmu sekeruh kain pel si mbok

aku tak ingin menghinamu

hanya saja, kali ini kau pantas dihina

Tuhan Yang Maha Esa

jauhkan dia dari pandangan ini

apa Engkau lagi iseng

dengan kepantasdihina-nya ia?

Hari Guru Vs Demo UMK

Sempat tergelak mendengar seorang teman guru membacakan SMS dari anak gadisnya; “Wah, hebat ya hari guru tahun ini, semua guru disuruh berpakaian cantik, bebas dari seragam”. Si anak gadis ternyata tidak tahu, perintah untuk mengenakan pakaian bebas itu berlaku tidak hanya bagi guru, tapi bagi semua PNS di Kota Batam. Pasalnya, Tanggal 23-25 November lalu, serikat buruh menggelar aksi. Biasalah, setiap penghujung tahun, persoalan UMK selalu menjadi perdebatan dan tuntutan pekerja. Continue reading

Janji untuk Tidak Janji Lagi

Mulai hari ini aku akan kembali rajin menulis…

Mulai hari ini aku akan rajin membaca

Mulai hari ini aku akan jadi orang yang rajin

Mulai hari ini aku akan ini

Mulai hari ini aku akan itu

Dan mulai sedetik dari hari ini, semua tinggal ucapan

Begitulah kalau berjanji kalau tak ada penalti

jangankan menulis, membaca pun sekarang aku jarang. Dan seperti kebanyakan para Pelanggar Janji lainnya, aku pun mengarang alasan yang pastinya untuk membenarkan pelanggaran janji yang aku buat.Maklum saja, Kata Mas WIki, janji adalah kontrak psikologis, dan apa pun yang berkaitan dengan psikologis, bagiku tidak pernah nyata.

Begini, di suatu hari, aku pernah menonton film tentang seorang yang disarankan rekannya untuk menemui psikolog. Karena psikolognya berhalangan hadir, ia meminta sekretarisnya (yang berlatar belakang staf administrasi), untuk menggantikannya. “Kamu cukup mengatakan “lalu” “lantas”, “terus” dan “bagaimana perasaanmu?”

Maka dengan bekal beberapa potong kata itu, sang sekretaris bisa menangani si klien. Malangnya, si klien tidak tahu bahwa yang diajaknya bicara (lebih tepatnya, yang mendengarkan ia nyerocos) bukanlah seorang psikolog.

So, yang dibutuhkan bukan seorang penasehat, tapi pendengar…

Halah…ngelantur kemana-mana. Apa coba hubungannya dengan janji tadi. Ayolah kita balik lagi ke soal janji tadi. Bagi teman2 yang suka berjanji dan melanggarnya, tentunya pernah mendeklarasikan alasan berikut:

Tak punya waktu…

Sibuk mengurus anak..

Sibuk dengan kerjaan baru..

Lupa..(parah nih)

Halah…macam semua pekerjaan di Indonesia ini aku yang borong.

Sebetulnya menulis kali ini pun paksaan kepada diri sendiri untuk membuka lagi jalan supaya mau menulis lagi. Sedikit mencoba menepati janji hampir setahun lalu..hehe… Marilah kita Berjanji untuk tidak berjanji lagi

Minta Maaf Sajalah…

Hari ini, aku melihat Seorang Guru SD ribut dengan Petugas Polantas. Pasalnya, Petugas Polantas menegur si Guru yang mengendarai motor tanpa helm. Seperti yang sering aku lihat (ini terjadi di depan sekolahku), petugas menegur cukup denga satu kalimat: “Mana helmnya?” Dan biasanya, kalau si pengendara motor menjawab dengan meminta maaf karena buru-buru dan berjanji segera mengambil helm, petugas tidak melakukan tindakan apa-apa. Tapi lain cerita dengan guru kita yang satu ini (eh, dia berboncengan, tapi temannya hanya menjadi pelengkap yyang ikut menderita saja). Ditegur petugas, eh, malah ngeyel. “Saya ini guru”, katanya yang menuurutku sangat lantam dan tak nyambung. Emang kenapa kalau guru? “Saya tanya helm Bapak mana? Bikan nanya kerjaan Bapak?” Nah lho.. Namun Cik Gu kita ini tidak terima, malah melawan. Petugas pun menyuruhnya memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan. Sang guru (bukan sang guru-nya Kahlil Gibran) lalu sibuk menelepon. Aku dan teman-teman menyaksikan kejadian ini secara live, menyesalkan tindakan si guru. Jelas-jelas dia yang salah kok masih sok-sokan. “Sudah Pak, minta maaf saja” Kode seorang temanku kepada Guru ini. Tetap dia tidak paham. Petugas yang biasanya ramah ini, sampai marah-marah karena si guru tetap tal terima disuruh berhenti. Dan jelas sekali si guru pun tidak mau mengambil helm ke rumah. Alhasil, ngotot-ngototan itu membuat si guru terlambat. Tapi dia tetap sibuk menelepon. (barangkali mengupayakan bantuan). Petugas pun gantian menelepon seseorang. Tak lama, datang petugas lain, membawa buku tilang. Tu kan, ngeyel sih… Coba tadi minta maaf, mengaku salah dan janji mengaambil helm, kan tidak begini kejadiannya. Cik Gu…Cik Gu… Gimana mau dicontoh, kalau Cik Gu saja begitu…

RSJ Ala Pesantren

Takut dengan orang gila? Saya takut. Sangat takut, karena jelas apa pun yang dilakukannya tidak bisa diprediksi. Saya sendiri pernah sport jantung karena satu kamar dengan orang stress di sebuah RS. Batam, tempat saya sekarang menetap, rumah sakit khusus ini belum ada. Setahu saya, sampai tahun kemarin bahkan belum masuk perencanaan pemerintah. Entahlah kalau sekarang sudah diancang-ancang.  Continue reading

Pekerjaan Aneh

Jaman masih sekolah dulu, suka ditanyain sama tetangga (bukan ortu :( ) nanti kalau besar mau jadi apa? Jawabanku standar aja, jadi dokter (tanpa tahu mahalnya kuliah kedokteran hihi), atau jadi notariat (pas SMP baru ngeh kalau notariat ntu S2, garuk2 kepala deh), dsb..dsb..

Sama sekali nggak kepikiran di kepala ini kalau masih banyak jenis pekerjaan atau profesi lain. Pas mulai bisa buka2 internet dan TV udah nyambung siaran luar negeri, baru tau kalau banyak sekali profesi dan pekerjaan di dunia ini, cuma nggak kebayang aja selama ini. Entah karena ni pikiran emang nggak kreatif atau emang oon hehehe…

Nih misalnya, kalau temen2  pada nyimak salah tulisan di Yahoo !, pasti ngebaca tulisan yg memuat 10 pekerjaan teraneh di dunia. Giman nggak aneh, salah satu pekerjaan itu adalah menjadi penguji bau. Wow… bicara soal bau, kalau bau enak sih nggak masalah, lha ini, menguji bau ketek peserta eksperimen produk deodoran…hueks…

Trus ada juga penguji makanan hewan, weleh…weleh.. jadi udah tau dong, kerjaannya ya nyicipin makanan hewan, misalnya, apakah sereal untuk kucing cukup mengandung bau ikan mentah.. atau bisa jadi kan… mencoba seberapa kenyal cacing kering kalau sudah terendam air hihihi…

Kayaknya nggak asik kalau aku ceritain secara lengkap, padahal yang pada buka Yahoo ! pasti udah baca.. tapi buat yang belum baca..ni dia link-nya http://id.yseablog.com/2010/06/pekerjaan-teraneh-dunia/?cid=idtd

Lipstikan, Digodain Perawat

Agak flashback dikit ke tanggal 20-21 April kemarin. Ceritanya tanggal 20 itu aku disuruh dokter datang pagi2 ke RS. Sebabnya, kehamilanku sudah masuk minggu 40 tapi sama sekali belum ada rasa sakit apalagi kontraksi, padahal air ketuban tempat berendam si dedek sudah menipis. Itulah, tanggal itu dijadwalkan aku diinduksi alias dipacu agar kontraksi. Cek dan anamnesa ini itu. Akhirnya dikasi gastrul jam 10.30 WIB. Taukan, kalau dikasi gastrul, kita nggak boleh turun dari tempat tidur minimal 2 jam.

Tunggu punya tunggu, sampai pukul 15.oo WIB pun, tu obat nggak menunjukkan reaksi, maka aku pun jalan-jalan di sepanjang koridor RS. Singkatnya, sampai pukul 21.00 WIb aku masih sehat walafiat kecuali dengan sedikit sakit tak berarti yang datang sesekali. Berhubung gitu datang  aku langsung diperiksa, pastinya aku masih rapi (hehe..ingat, nggak bilang cantik lho..) baju n kerudung dengan warna senada plus, tentu saja, pakai bedak dan lipstik, maka sampai malam pun tu lipstik nggak luntur. Apalagi nggak pakai acara mandi sore hehehe… Jadi ngelantur Continue reading

Lajang-Menikah-Jadi Emak

Tak terasa sudah lebih tujuh bulan aku nggak menjenguk blog ala kadarnya dan apa adanya ini. Meski seadanya, kangen juga…

Sempat sih beberapa kali pingin nulis, tapi kok ya adaaa… aja yang menghalangi… Nggak sibuk sih..cuma sok sibuk aja. Terakhir nulis Bulan September, pas lagi ngidam… nah, sekarang, usia si baby udah 3 minggu… (waduh…udah jadi emak2 nih)

Karena perubahan sgtatus dari lajang ke menikah terus ke jadi emak ini, sempat membingungkan juga. Mau nulis begaya ABG jelas nggak pantes, mau begaya sebagai seorang istri juga kok kayaknya gimana gitu..nah, padahal status sekarang udah punya baby satu… makin bingung mau gimana nih gaya tulisan (macam yang bagus aja kalau nulis :p)

BTW, spt yang aku bilang tadi, bnanyak sih kalau sekadar uneg2 aja, yang pingin ditulis.Tapi ntar kesannya childish banget kalau ditulis semua, secarrra udah punya momongan… But, aku janji dalam hati (dalam hati aja, kalau dilafazkan, takut kedengeran orang), buat ngisi lagi ni blog. Apa aja ntar biar deh, mau childish kek, oldish kek, sadis kek… yang penting, kata temenku, keep writing biar kepala nggak keriting mikirin hal nggak penting…

Kayaknya udahan dulu deh, preambul tulisan di tahun ini… Sambil menyadarkan diri kalau sekarang udah ada yang manggil emak, so, nggak bisa sekate2 plus pethakilan kayak dulu lagi.

Ketupat Pita

imagesSuatu hari, pinginnn…banget makan ketupat pitalah. Tau dong, itu lho, ketupat khas satu daerah di Sumatera Barat.. Aku pun ngirim SMS ke suami supaya dibelikan ketupat pitalah. “Mas, tolong belikan ketupat pitalah” tulisku.

Dia pun balik nanya, tu jenis ketupat apa.. Setelah aku jelaskan kalau itu adalah ketupat yang sayurnya nangka, dia pun menyanggupi akan mencarinya. Satu jam, dua jam, sampai 4 jam tu ketupat belum ketemu. Kasian juga sih. Makanya lalu aku saranin beli ketupat dan sayur nangka saja. Hitung2 sekadar ngobati rasa saja. Paling tidak ketupatnya sama, sayurnya…hm..bentuknya kan mirip hehehe…

Beberapa hari kemudian, suami bertanya padaku, “Memangnya kenapa dinamakan ketupat pita?”

Aku pun bengong, dari mana nama ketupat itu muncul tiba2 di benak suami. “Lho? kan kamu yang bilang, kemarin itu pingin ketupat pita?” katanya.

“Ketupat pitalah, bukan ketupat pita,” jawabku heran juga kok bisa2nya dia keliru baca SMS-ku.

“Ooo.. kupikir ketupat pita. Kupikir “lah” itu cuma akhiran saja,” katanya tertawa2…

Oalah… salah paham ternyata…. suami mikirnya seperti kita ngomong “makanlah”, “minumlah” gitu… pantes aja di pasar tak ada yang tau..Lha yang ditanyain ketupat pita…

Untung nggak dikasi pita jepang buat bikin ketupat boongan…

90 Persen Penduduk Mengemis

imagesBerapa penghasilan yang kita terima dari pekerjaan kita setiap bulannya? Bandingkan dengan pendapatan para pengemis dari Desa Pragaan Daya, Pragaan, Sumenep, Jawa Timur. Dalam satu bulan, pengemis dari daerah ini bisa mendapat Rp1,5 juta sampai Rp 2,5 juta setiap bulan. Bahkan jika para pengemis ini beraksi di luar Madura terutama di Kalimantan dan Batam, pendapatanmereka isa mencapai lebih Rp3 juta per bulan.images

Lebih dari 90 persen penduduk daerah ini yang berprofesi menjadi pengemis. Agaknya tak heran jika MUI mengeluarkan fatwa haram mengemis khusus untuk daerah ini. Saat ini, MUI sedang mempertimbangkan apakah juga akan mengeluarkan fatwa haram mengemis untuk semua daerah di Indonesia. Continue reading